Mmembangun merek yang kuat
PEMASARAN
MEMBANGUN MEREK YANG KUAT
ALFRED ALBERTH AGUNG – 165030207111118
1.
PENDAHULUAN
1.1
Pengantar
Selain produk, hal yang
kalah penting dalam pemasaran adalah MEREK. Dengan merek inilah perusahaan
mengkomunikasikan produknya ke masyarakat luas. Bahkan ada sebuah pernyataan “yang
sebenernya dijual oleh perusahaan bukanlah produk, akan tetapi merek”. Terlepas
produk kinerjanya sama dengan produk sejenis dengan perusahaan lain hal
tersebut tidak jadi masalah. Produk yang mereknya terkenal kecenderungan sudah
berada di benak masyarakat, bukan hanya konsumen.
1.2
Tujuan
Penguasaan materi dalam
modul ini di rancang agar:
Mahasiswa mampu
meganalisi merek produk barang dan merek produk jasa
1.3
Definisi
Merek adalah suatu nama,
simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk di pakai sebagai
identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa
yang dimiliki untuk membedakan dengan prroduk lainya.
2. RUANG LINGKUP MEREK
2.1 Peran merek
Menurut Endang
Purwaingsih adalah suatu merek yang di gunakan oleh produsen atau pemilik merek
untuk melindungi produkya, baik berupa jasa atau barang dagang lainya. Menurut
beliau suatu merek memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi
pembeda, yakni membedakan produk yang satu dengan produk perusahaan lain.
2. Fungsi
jaminan reputasi, yakni selain sebagai tanda asal usul produk juga secara
pribadi menghubungkan reputasi produk bermerek tersebut dengan produsennya
sekaligus memberikan jaminan kualitas akan produk tersebut.
3. Fungsi
promosi, yakni merek juga pun sebagai sarana memperkenalkan dan mempertahankan
reputasi produk lama yang di perdagangkan sekaligus untuk menguasai pasar.
4. Fungsi
rangsangan investasi dan pertumbuhan industri, yakni merek dapat menungjang
pertumbuhan industri melalui penanaman modal baik asing maupun dalam negeri
dalam menghadapi pasar bebas.
Fungsi merek dapat
dilihat dari segi produsen, pedagang dan konsumen. Dari pihak pedagang merek
digunakan untuk jaminan nilai hasil produksinya, khususnya mengenai kualitas,
kemudian pemakaianya. Dari pihak pedagang, merek digunakan untuk promosi
barang-barang denganganya guna mencari dan meluaskan pasaran. Dari pihak konsumen,
merek digunakan untuk mengadakan barang yang di beli.
2.2 Ekuitas Merek
Ekuitas merek adalah
seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama
dan simbolnya yang menambah dan mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu barang
atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan.
Ekuitas merek dapat di
kelompokan ke dalam lima kategori:
1. Kesadaran
merek (brand awarness), menunjukan
kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa
suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu.
2. Asosoasi
merek (brand assosoation), merupakan
pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan
kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut produk, harga, pesaing, selebritis, dan
lain-lain.
3. Persepsi
kualitas (perceived quality), mencerminkan
persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kuantitas atau keunggulan suatu produk
atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang di harapkan.
4. Loyalitas
merek (brand loyality), mencerminkan
tingkat keterikatan konsumen dengan suatu merek produk.
5. Aset-aset
merek lainnya (other propriertary brand asets), dapat berupa paten, cap
dagang dan saluran distribusi ekuitas merek merupakan aset yang dapat
memberikan nilai tersendiri baik bagi konsumen maupun bagi perusahaan.
2.3
Model ekuitas merek
Beberapa model Ekuitas merek antara
lainn:
1.
Penilaian aset merek
Penilai
aset merek (Brand Asset Valuator – BAV)
memberikan ukuran komperatif ekuitas merek dari banyak merek di kategori
berbeda.
Ada
lima komponen atau pilar menurut BAV:
·
Diferensias, mengukur
tingkat sejauh dimana merek dianggap berbeda dari merek lain.
·
Energi, mengukur arti
momentum merek
·
Relevansi, mengukur
cakupan daya tarik merek
·
Harga diri, mengukur
seberapa baik merek dihargai dan di hormati.
·
Pengetahuan, mengukur
kadar keakraban dan keintiman konsumen dengan merek.
Diferensiasi,
energi dan relevansi digabungkan untuk menentukan kekuatan merek yang
menggerakkan, yang menunjukan nilai masa depan merek. Harga diri dan
pengetahuan menciptakan reputasi merek. Gabungan kekuatan merek yang
menggerakkan tahap-tahap dalam siklus pengembangan merek.
2.
BRANDZ
Pada
intinya terdapat piramid Brand Dinamics, pembangunan
merek mengikuti sederet langkah yang berurutan, masing-masing bergantung pada
keberhasilan pencampaian langkah sebelumnya.
3. MODEL
AAKER
David
Aaker memandang ekuitas merek sebagai kesadaran merek, loyalitas merek, dan
asosiasi merek yang bersama-sama menambah atau mengurangi nilai yang di berikan
sebuah produk atau jasa. Manajemen merek di mulai dengan mengembangkan
identitas merek, yang mewakili konsep seperti lingkup produk, atribut produk,
kualitas/nilai, kegunaan, pengguna, negara asal,atribut organisasional,
kepribadian merek, dan simbol.
4. MODEL
RESONASI MEREK
Pembangunan
merek sebagai sederet langkah yang menampak naik, dari bawah ke atas:
·
Memastikan
teridentifikasinya merek oleh pelanggan dan memastikan asosiasi merek dalam
pikiran pelanggan dengan satu kelas produk atau kebutuhan pelanggan tertentu.
·
Memastikan tertanamnya
arti merek secara total dalam pikiran pelanggan dengan mengaitkan sejumlah
asosiasi merek yang nyata secara strategis.
·
Mendapatkan respons
pelanggan yang tepat dalam hubungannya dengan penilaian dan perasaan terkait
dengan merek.
·
Mengubah respon merek
untuk menciptakan hubungan loyalitas yang intens dan aktif antara pelanggan
dari merek.
Dengan
menerapkan keempat langkah ini berarti membangun sebuah piramid yang terdiri
dari enam “kotak pembangunan merek” dengan pelanggan seperti:
a. Keutamaan
merek adalah seberapa sering dan seberapa mudah pelanggan memikirkan merek
dalam berbagi situasi pembelian atau konsumsi.
b. Kinerja
merek adalah seberapa baik produk atau jasa memenuhi kebutuhan fungsional
pelanggan.
c. Pencitraan
merek, menggambarkan sifat ekstrinsik produk atau jasa, termasuk cara dimana
merek berusaha memenuhi kebutuhan psikologis atau sosial pelanggan.
d. Penilaian
merek berfokus pada pendapat dan evaluasi pribadi pelanggan sendiri.
e. Perasaan
merek adalah respons dan reaksi emotional pelanggan terhadap merek.
f.
Resonansi merek, mengacu
pada sifat hubungan yang di miliki pelanggan dengan merek dan sejauh mana
mereka merasa sinkron dengan merek.
2.4
Membangun ekuitas merek
Pasar membangun ekuitas merek dengan
menciptakan stuktur pengetahuan merek yang tepat untuk konsumen yang tepat.
Proses ini bergantung pada semua kontak yang berhubungan dengan merek baik di
lakukan oleh pemasar maupun bukan pemasar. Dari perspektif manajemen pemasaran
ada tiga kumpulan utama penggerak ekuitas merek, yaitu:
1.
Pilihan awal untuk elemen
atau identitas merek yang membentuk merek.
2. Produk
dan jasa serta semua kegiatan pemasaran dan program pemasaran pendukung yang
menyertainnya.
3.
Asosiasi lain yang di
berikan secara tidak langsung ke merek dengan menghubungkan merek tersebut
dengan beberapa entitas lain.
2.5
Memilih Elemen Merek
Elemen merek adalah alat pemberi nama
dagang yang mengidentifikasi dan mendiferensiasikan merek. Pemasar harus
memilih elemen merek untuk membangun ekuitas merek sebanyak mungkin.
Elemen-elemen ini adalah apa yang dipikirkan atau dirasakan konsumen terhadap
merek jika hanya elemen merek yang mereka ketahui. Elemen merek yang memberikan
kontribusi positif pada ekuitas mereka ketahui. Elemen merek yang memberikan
kontribusi positif pada ekuitas merek.
Komponen utama elemen merek terdiri
dari:
1.
Nama merek
2. Logo
merek
3. Simbol
4. Karakter
slogan
5. Nyanyian
6. Kemasan
Adapun
enam kriteria untuk memilih elemen merek, yaitu:
1. Dapat
diingat
2. Berarti
3. Dapat
disukai
4. Dapat
ditransfer
5. Dapat
disesuaikan
6.
Dapat dilindungi
Dapat diingat, berarti, dan dapat disukai
adalah pembangunan merek.
Dapat ditransfer, dapat disesuaikan,
dan dapat dilindungi berhubungan dengan cara mempengaruhi dan melindungi
ekuitas elemen merek dalam menghadapi peluang dan keterbatasan.
3.
Merancang Strategi Merek
3.1
Strategi Penetapan Merek
Produsen, distributor atau pedagang
pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut:
1.
individual branding /
merek atau individu adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada
deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda
yang berbeda seperti halnya padawing yang memproduksi deterjen merek so klin
dan daian untuk segmen pasar yang berbeda.
2. Family
branding / merek keluarga adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk
dengan alasan mendopleng merek yang sudah ada dan dikenal masyarakat. Contoh
famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan group dari garuda food
yang mengeluarkan banyak produk berbeda denga produk berbeda dengan merek utama
gery.
3.2 Perluasan merek
Dengan
mengakui bahwa salah satu asset paling bernilai adalah merek, banyak perusahaan
memustuskan untuk mengungkit aset dengan memperkenalkan sejumlah produk baru dalam
beberapa dalama bebepa nama merek mereka yang paling kuat. Kebanyakan produk
baru sesungguhnya adalah perluasan lini umumnya 80% sampai 90%
KEUNTUNGAN
PERLUASAN MEREK
Dua keuntungan utama dari perluasan
merek adalah mereka dapat memfasilitasi penerimaan produk baru dan memberikan
umpan balik yang positif terhadap mereka dan perushaan induk.
a.
keberhasilan produk baru
perluasan
merek meningkatkan rintangan keberhasilan produk baru dalam sejumlah hal.
Dengan perluasan merek, konsumen bisa menarik kesimpulan dan meciptakan harapan
seperti pada komposisi dan kinerja dari produk baru yang didasarkan pada apa
yang sudah mereka ketahui tenatg mrek induk tiu sendiri dan sejauh mana mereka
merasa informasi ini relevan dengan produk baru.
Dengan
menetapkan harpan harapan yang positif, perluasan merek mengurangi resiko.
Karena kemungkinan permintaan konsumen sebagai akibat dari memprkenalkan produk
baru sebagaisuatu perluasan, maka mungkin saja lebih mudah meyakinkan pengecer
untuk menyimpan dan mempromosikan sebuah perusahaan merek.
Dengan
demikian, perluasan dapat mengakibatkan berkurangnya biaya kampanye peluncuran
perkenalan produk baru.
Efek umpan balik positif
Selain
memudahkan penerimaan produk baru, perluasan merekjuga dapat memberika manfaat
umpan balik. Mereka dapat membantu mengklarifikasikan arti dari sebuah merek
dan nilai mereka intinya. Perluasan lini dapat memperbarui minat dan kesukaan
akan merek, serta menguntungkan merek induk dengan memperluas pasar.
KERUGIAN
PERLUASAN MEREK
Pada
sisi lainya, perluasan lini bisa menyebabkan nama merek tidak menjadi sangat
teridentifikasi pada produk apapun. Ries dan Trout menyebut ini “perangkap
perluasan lini”. Pencairan mereka terjadi ketika konsumen tidak lagi
mengasosiasikan merek dengan produk yang spesifik atau produk yag sangat
serupa, dan mulai tidak terlalu tidak terlalu berpikir banyak tentang merek.
Jika
sebuah perusahaan meluncurkan perluasan yang di anggap tidak tepat oleh
konsumen, mereka bisa mempertanyakan itegritas dan persaingan merek. Berbagai
perluasan lini bisa membingungkan dan mungkin bahkan mengecewakan konsummen.
Skenario yang mugkinpaling jelek meyakut perluasan merek bukan hannya
kegagalan, melainkan juga merek itu bisa menghancurkan citra merek induk dalam
proses.
KARAKTERRISTIK
KEBERHASILAN
Perluasan
produk baru yang potensial untuk sebuah merek harus dinilai oleh seberapa
efektifnya produk mengangkat ekuitas merek yang sudah ada sampai merek induk
sampai ke produk baru dan juga seberapa efektifnya perluasan menyumbang pada
ekuitas merek induk. Pertimbangan paling penting pada perluasan adlah adanya
“kecocokan” dalam pikiran konsumen.
Satu
kesalahan umum dalam mengevaluasi peluang prusahaan adalah gagal memperhitugkan
semua struktur pengetahuan merek konsumen. Sering para pemasar keliru berfokus
pada satu atau beberapa asosiasi merek seperti basis potensial kecocokan dan
mengabaikan yag lain atau mungkin lebih penting adalah asosiasi dalam proses.
3.3 Kerjasama Merek (Co-Branding)
Kerja
sama merek terjadi jika mereka dari organisasi berbeda bergabung untuk membuat
sesuatu penawaran dimana masing-masing memainkan peranan penting. Contoh : Sony
dengan Erickson membuat merek baru bernama Sony Erickson. Kelebihan dari kerja
sama ini adlah mampu menangkap dua sumeber atau lebih dari merek – merek yang
bekerja sama sehingga menguatkan tujuan dan nilai jual serta diferensiasi.
Kelemahanya adalah, apabila konsumen sudah terlanjurn loyal dengan merek awal
mereka cenderung tidak nya nyaman dengan merek yang baru.
Kotler, philip dan keller, Lane K.
2007. Manajemen Pemasaran.
Terjemahan Benyamin Molan.Jilid I.Edisi keduabelas .PTIndeks .Jakarta
Kotler, Philip. 2004. Manajemen Pemasaran. Edisi Milenium. Prenhalindo. Jakrata
Surachman. 2008. Dasar-dasar Manajemen Merek. Alat Pemasaran untuk memenang kan persaingan. Bayu Media. Malang
Tjiptono, Fandy. 2002. Prinsip danDinamika PEMASARAN. Andi. Yogyakarta
Tjiptono, Fandy ddk. 2008. Pemasaran Strategik. Andi Yogyakarta Marketing dan SWA. Jakarta
http://Ihorief.blogspot.com/2010/06/menciptakan-ekuitas-merek.html
Terjemahan Benyamin Molan.Jilid I.Edisi keduabelas .PTIndeks .Jakarta
Kotler, Philip. 2004. Manajemen Pemasaran. Edisi Milenium. Prenhalindo. Jakrata
Surachman. 2008. Dasar-dasar Manajemen Merek. Alat Pemasaran untuk memenang kan persaingan. Bayu Media. Malang
Tjiptono, Fandy. 2002. Prinsip danDinamika PEMASARAN. Andi. Yogyakarta
Tjiptono, Fandy ddk. 2008. Pemasaran Strategik. Andi Yogyakarta Marketing dan SWA. Jakarta
http://Ihorief.blogspot.com/2010/06/menciptakan-ekuitas-merek.html
DAFTAR ISI
Bab 1
1. Pendahuluan...................................................................................................
1. Pendahuluan...................................................................................................
1.1 Pengantar
1.2 Tujuan
1.3 Definisi
Bab 2
2. Ruang lingkup Merek.......................................................................................
2. Ruang lingkup Merek.......................................................................................
2.1 Peran merek
2.2 Ekuitas Merek
2.3 Model Ekuitas Merek
2.4 Membangun Ekuitas Merek
2.5 Memilih Elemen Merek
Bab 3
3. Merancang Strategi Merek
3. Merancang Strategi Merek
3.1 Strategi Penetapan Merek
3.2 Perluasan Merek
3.3 Kerjasama Merek (Co-Branding)
Komentar
Posting Komentar